Bulan Untuk Ibu...
Ibu, di tubuh mu yang labu.
Kulabuhkan ingatan keparat dan menyesak kan
Demi sebait puisi yang menjadikan engkau bulan
Akan bangkit daerah yang runtuh
Meski ajal dan kepulangan terlanjur sudah di janjikan
Tungku - tungku telah dinyalakan
Kutu - kutu telah di tindas dari rambut
Sagu - sagu telah ditebang dari lahan gambut
Padi - padi telah ditumbuk dari lumbung dan lesung.
Lalu, apa lagikah yang belum genap?
Dari tubuh mu ibu ?
Di tubuhmu bersarang seluruh;
Rangrang dan burung - burung luruh sayap
Pisau tak bersarung
Alu yang berderap
Pun sepatu dan debu
Bumbu - bumbu dan warung kopi penuh cakap
Tapi tidak tentang kepulangan! biarlah, ibu...
Hingga wajahmu tak lagi labu aku sentuh
Dengan tangan panjang kenangan ku
Begitulah ibu....
Maka di ujung puisi ini, sebelum turun hujan
Kujadikan Engkau Bulan.......











0 komentar:
Posting Komentar